Kawan atau Lawan? Dilema Mahasiswa Pembocor Informasi dan Kawan Intel: Aksi di Temanggung dan Pengkhianatan Solidaritas

"Kalian ini tidak akan paham fasis sebelum sepatu aparat mendarat di jidat kalian.” -Widji Thukul

    Gelombang aksi cabut UU TNI dengan tagar Kembalikan TNI ke Barak sudah terjadi di kota-kota besar di Indonesia, diwarnai dengan peristiwa-peristiwa yang mencekam dan menakutkan karena represifitas aparat. Peristiwa yang terjadi di Temanggung, di mana aksi Koalisi Sipil Temanggung untuk menolak UU TNI bocor saat konsolidasi di Taman Kartini, yang hadir dan duduk diskusi saat konsolidasi ada beberapa yang menjadi 'kawan intel'. Ironisnya kawan intel tersebut adalah oknum mahasiswa yang ikut serta saat konsolidasi, meskipun dari jauh sudah dipantau oleh intel. Selain itu, saat aksi berlangsung dari golongan sipil atau mahasiswa ada yang sudah dibriefing oleh aparat.

    Peristiwa ini menjadi bukti nyata betapa rapuhnya solidaritas dalam gerakan mahasiswa. Tindakan ini bukan sekadar pengkhianatan, tetapi juga pukulan telak bagi demokrasi dan kebebasan berekspresi. Solidaritas, kepercayaan, dan kesetiaan adalah pondasi utama dalam setiap gerakan mahasiswa. Ketika seorang mahasiswa memilih untuk menjadi informan, apalagi 'kawan intel', ia telah mengkhianati nilai-nilai luhur ini. Luka yang ditimbulkan sangat dalam, memicu ketidakpercayaan, dan meruntuhkan semangat kebersamaan yang menjadi kekuatan gerakan. Parahnya lagi ketika sahabat Atfi koordinator aksi, rumahnya didatangi intel, sebuah bentuk intimidasi yang jelas.

    Motif di balik tindakan mahasiswa pembocor informasi dan 'kawan intel' ini menimbulkan pertanyaan besar. Apakah mereka tergiur iming-iming materi, tertekan oleh ancaman, atau terjerat dalam permainan intelijen yang licik? Dilema etika dan moral ini menggugat nurani kita di mana letak loyalitas dan integritas seorang mahasiswa, terutama di tengah intimidasi yang nyata.

    Pengkhianatan ini harus menjadi momentum untuk refleksi bagi kita sebagai gerakan mahasiswa. Ke depannya kita harus mampu membangun kekuatan yang lebih solid dan kuat sehingga tahan terhadap infiltrasi yang terjadi.

Oleh: Litera Progresif

Posting Komentar

0 Komentar